Tampilkan postingan dengan label Syahdan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syahdan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

Kedua.. Dan Tetap Indah

Bismillah...

Alhamdulillah masih diberikan kenikmatan untuk masih bisa bernafas dsampai detik ini..
Dan alhamdulillah wa syukurilla ketika Allah memberikan amanah yang kedua kepada saya.. amanah besar, amanah yang tak mudah, amanah yang insyaAllah akan membawa saya ke Surga.. amiin amiin yaa robbal Alamin...

Disaat kita jauh, disaat kita sedang menikmati ujian berpisah jarak, disitulah Allah melihat kesiapan kita, dan Allah menambah kenikmatan kita.
Yaa.. disaat kita berpisah selama hampir 9 bulan, saya di Kupang, bapak syahdan di jakarta, dan Mas Syahdan di Mranggen, datanglah calon bayi kedua kita..
Tanggal 16 Juli 2017, merupakan hari minggu pagi, saya niatkan untuk memeriksa urin hcg karena saya merasa sudah terlambat haid 6 hari. dengan HPHT 12 Juni, insyaAllah usiamu 5 minggu di hari itu nak..

 Semua senang dengan kehadiranmu nak.. termasuk kakakmu Muhammad Syahdan Arka Putra. mas syahdan seneng banget.. dia teriak - teriak kegirangan dan segera menyampaika berita itu keteman - temannya.
ada cerita lucu tentang mas syahdan.. (percakaan via telepon)
Ibuk : Mas.. seneng g mau punya adek?
Mas syahdan : iya.. seneng.. uhuuui uhuui... aku mau punya adek..
Ibuk : mas udah nyiapin namanya siapa mas kalo cewek :
Mas syahdan : Syahnas Anisa Putri
Ibuk : Kalau Cowok?
Mas syahdan : aku g mau cowok...
Ibuk : nah... kita kan g tau nanti lahirnya cowok apa cewek.. makanya kalo mas pengen cewek, mas sholatnya yang lebih rajin nggih.. habis itu berdoa kalo minta adek cewek..
(setelah ngobrol beberapa saat)
mas syahdan : Na ibuk udah nyiapin belum kalo cowok..
ibuk : belum mas... besok kita siapin sama - sama yaa...
Mas syahdan : iya...
Alhamdulillah... semoga nanti kamu bisa menerima dengan gembira adek cewekmu atau adek cowokmu..

saya senang sekali karena mas syahdan ternyata juga perhatian sekali terhadap kehadiranmu..
Mas syahdan : ibuk.. ibuk udah periksa belum? kayak ibuknya mb ama tu...
Ibuk : Belum mas...
Mas syahdan : kalo ibuk periksa aku ikut yaa...
ibuk : iya...
Mas syahdan : ibuk jangan periksa dulu yaa.,. tunggu aku dateng yaa..
Ibuk : iyaa....
Subhanallah.. ibuk seneng banget mas dengernya...

Bersyukur ketika mengetahui kehadirannya, saya baru saja membaca buku "Segenggam Iman Anak Kita" karya Muhammad Fauzil Azim. Dimana di dalamnya juga di berikan kita mempersiapkan anak mempunyai adik baru.
 Dari hasil yang saya baca bisa saya simpulkan bahwa yang paling utama adalah menyiapkan psikologis sang kakak. Karena kita harus mengantisipasi timbulnya sibling rivalry, kecemasan berpisah dengan ibu, keinginan untuk menguasai, manarik diri, sampai kecemburuan. Dan kunci utama untuk mengatasi hal itu adalah KOMUNIKASI. InsyaAllah dengan komunikasi yang positif, kita bisa mengkondiikan kakak siap mempunyai adik, merasa asyik punya adik, mempunyai tanggung jawab dan kepercayaan. Bismillah.. semoga bapak dan ibuk mampu menyiapkan psikolgismu yaa mas syahdan..

Dengan kehadirannya, saya berusaha mencukupi kebutuhan untuk perkembangannya. Nanya sana sini, serching sana sini, dan akhirnya memantapkan pilihan di vitamin satu ini.. Semoga ibuk slalu bisa mendukung pertumbuhan dan perkembanganmu selalu yaa nak.. bismillah, kita pasti bisa melewati semuanya dengan indah.
 Meski saya sendiri disini, saya tetap memberikan afirmasi positif untuk menenangkan hati dan pikiran saya. Saya harus bisa melewati semuanya, harus mandiri, dan harus kuat. InsyaAllah sebentar lagi kita aka berkumpul bersama, Saya Yakin itu, dan Yakin kepadaNya akan mengabulkan doa - doa saya. Semoga dengan kedua kalinya hamil dalam keadaan LDM ini akan membuat anak - anak kita kelak menjadi anak - anak yang mandiri.. InsyaAllah...


Kupang, Rumah Dinas Pajak Naikoten
19/7/2017 20.59 WITA

Senin, 06 Oktober 2014

Imaginasi Sang Syahdan

      Saya yakin semua orang tua pasti bangga akan kecerdasan anaknya. Termasuk saya nih, yang selalu bangga melihat perkembangan Syahdan. Semakin hari semakin pintar aja Syahdan.. Semakin paham dengan hal - hal yang kita bicarakan, juga semakin paham dengan hal - hal yang dia lihat. Tapi dari situ saya sebagai orang tua juga harus semakin berhati - hati dalam mengasuh dia. Harus selalu berhati - hati dalam bertindak dan berbicara, agar jangan sampai dia menirukan hal salah yang saya lakukan. Kalau memberikan janjipun saya dan suami berusaha menepati janji itu, sampai janji terkecil pun juga kita usahakan untuk menepati.

      Semakin hari perkembangan Syahdan semakin pesat. Dia semakin pandai berimajinasi. Benda - benda apa saja yang ada dirumah bisa menjadi bahan mainan buat dia. Kadang ada hanger baju, atau apa dia jalanin kayak lagi main mobil - mobilan. Kadang suka niruin hal - hal yang dia lihat. Lihat ibu potong - potong sayur dia ikut - ikutan potong - potong pakai sisir. Habis mandi sore minta pakai sepatu dan tas terus naik mobil - mobilannya sambil bilang "cekoyah" Read ": sekolah. Pernah sekali pengen sekolah Syahdan angkat tas pampersnya dia trus dipake kayak pake tas. Dia gendong tas pampers keliling rumah sambil bilang "cekoya-cekoyah".hehe
 

      Tiap ibu pulang kerja, name tag nya diminta suruh pakein syahdan, habis itu minta salim sambil jalan keluar bilang "keja, daaah" rad : kerja, dadah.. Kalau lihat ibu nyapu pasti dia juga akan segera mengambil sapu yang lain dan ikut menyapu. Kemarin syahdan habis mandi sore minta dipakein topi, trus pakai kacamata diatas topi, pakai sabuknya, pakai sepatu, sama pakai kaos tangan. Pokoknya udah mirip kayak pilot helikopter. Bikin ketawa aja, seneng punya anak kreatif dan inisiatif kayak kamu dek..

      Diusia 20 bulan Syahdan sudah mampu menunjuk dan menyebut gambar - gambar dalam 3 poster yang kita tempel di dinding kamar. Meskipun dia nyebutnya masih dengan bahasanya yang masih cedal, tapi dia sudah paham. dan kita yang denger pun sudah mengerti apa maksud dari yang Syahdan ucapkan. Syahdan sekarang juga sudah bisa berhitung dari satu sampai sepuluh, walaupun masih hafalan tapi tetep Joss buat Syahdan. 

Duh dek... makin cerdas aja. Semoga bisa jadi anak pinter, cerdas, dan selalu membanggakan orang tua yaa.. Bapak ibu juga akan memberikan yang terbaik untuk kamu. We luv u..

Kamis, 25 September 2014

Im' 21 months...

       Saya ingat - ingat kayaknya belum pernah nulis tentang Syahdan niih..
Alhamdulillah sudah selama ini saya diberi kepercayaan untuk membesarkan syahdan... meski lima bulan terakhir ini saya bagi waktu bekerja. Alhamdulillah masih punya waktu untuk selalu mengamati pertumbuhan dan perkembangannya. 

      Sekarang syahdan sudah pinter, dia mengerti kalau bapak ibunya setiap pagi harus kerja. Waktu dipamitin dia tidak menangis, dulu menangis hanya waktu seminggu pertama karena mungkin belum terbiasa dengan mbak yang ngasuh dia.

      Alhamdulillah juga sejak kira - kira hampir dua bulan yang lalu Syahdan sudah mau minum susu. Jadi badannya lumayan isi dan jadi tidak gampang sakit. Sebenarnya saya juga tidak bangga punya anak blm ada 2 tahun tapi sudah lepas ASI, tapi apa boleh buat, beberapa bulan yang lalu setelah saya tinggal bekerja, produksi ASI semakin menipis, dan syahdan sering sakit.Waktu saya ajak diklat Prajabatan di Malang pun syahdan sampai sempat opname. Pas dijengukin mbahnya, dan mbahnya tidak tega, akhirnya diajak pulang ke Mranggen selama hampir 2 bulan . Dan dari situ karena saya terpisahkan dari Syahdan, produksi ASI saya pun berhenti, dan syahdan langsung lepas ASI. 
Ditempat mbahnya Syahdan alhamdulillah selalu ceria, makan juga doyan, badannya sudah tidak sekurus sebelumnya, tapi sayangnya kurang asupan susu karena dia tidak mau minum susu formula. Malah sama mbahnya selalu dikasih minum teh. Tapi untungnya dari teh itu syahdan mau minum susu.  

     Wah jadi banyak cerita flashback nih... habisnya belum pernah tulis tentang perkembangannya siih.. Sebenernya sudah sejak hamil ingin selalu menuliskan perkembangan Syahdan, tapi sayangnya gara - gara sibuk ngurusin syahdan dan pekerjaan rumah jadi lalai dengan keinginanku dulu. Baru sekarang deh ingin mulai rutin menuliskan perkembangannya, semoga saja tidak terlambat.

     Awalnya waktu syahdan suka minum teh, trus lihat botol dot, dan minta minum teh dari dot. Setelah saya lihat Syahdan menikmati sekali minum tehnya pakai dot sampai habis satu botol. Dari situ deh baru kepikiran mengganti tehnya itu dengan susu. Alhamdulillah Syahdan mau.. dan sy coba 3 kali ganti merek susu pun syahdan masih mau. Nah dari situ Syahdan mulai banyak minum susu. Satu hari bisa 6 - 7 botol. Langsung deh badannya tidak kurus lagi, meski belum gemuk juga. Dan jadi tidak gampang sakit. Maka dari itu kenapa sekarang saya lebih bahagia syahdan minum sufor ketimbang tidak sama sekali.

     Tapi beruntungnya tanpa ASI syahdan masih tetap semakin cerdas. Kosakata yang dia punya sudah semakin banyak. Karena giginya pun sudah banyak (16) kata - kata yang dia ucapkan juga semakin jelas. Sekarang banyak hal yang bisa dia lakukan sendiri. Syahdan sudah bisa nyendok makanan sendiri, minum dengan cangkir, gosok gigi, siram air waktu mandi, gosok - gosok sabun, lotion, diminta tolong untuk mengambilkan ataupun menyimpan sesuatu. Dan sudah bisa menerima kata - kata yang kita jelaskan. Semakin hari Syahdan semakin membuat kita bangga.

     Dia juga sudah mulai mau belajar sholat dan mengaji. Mau pakai sarung dan peci setiap bapak ibunya sholat.. Melihat itu saja kita sudah bangga sekali, apalagi yang lain lainya bisa dia lakukan.. Awalnya karena bapaknya kalau dirumah selalu memakai sarung, Syahdan pengen juga pakai sarung dan minta ke bapaknya. Sama bapaknya dipakein deh sarung bapak, kebesaren tapi tetep ganteng juga..


     Trus akhirnya kita berangkat beliin dia sarung sama peci. Waktu sholat magrib dia langsung minta dipakein sarung n pecinya. Habis itu diajak sholat bareng bapaknya, karena saya sedang berhalangan dan tidak sholat. Karena sebelumnya dia lagi makan brem, dan tidak mau dilepas bremnya, akhirnya sholat sambil pegangin itu brem. Eh baru rokaat pertama malah syahdan g nglanjutin sholat dan sibuk dengan bremnya.... haduuuh... adeek ni... 
     Truuus... beberapa kali kita sholat malam dia ikut terbangun dan minta sholat, minta dipakein sarung juga. Akhirnya kita ajakin Syahdan sholat. Lucunya niih, biasanya Syahdan tu ikut jengkang jengking, tapi kali ini syahdan hanya niruin sujud satu kali habis itu duduk kaki selonjor dan diem aja... hehe.. kayaknya nih dia pengen ikut sholat tapi masih ngantuuk... hehe.. lucu banget sih kamu dek...

Sampai sini dulu postingan about Syahdan yang pertama. Mau pulang kerumah dulu istirahat siang. Bisa ketemu Syahdan... :)