Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

Tata Krama Diajarkan, Bukan Bawaan !



Saya jadi terfikirkan untuk coba menguraikan tentang tata krama pada anak dalam bentuk tulisan ini, karena saya terkaget mendengar respon orang tua yang ketika anaknya diingatkan untuk lebih sopan dan tenang, malah berkata – kata “Anakku tidak bisa dibegitukan, dia biasa semau-maunya, dia akan semakin marah jika dilarang”,

Hello mom,,, tahukah dirimu tentang tata krama itu berasal dari mana??
Anak kita itu tidak dilahirkan langsung jadi anak yang patuh, taat, dan tau aturan yaa… Dari mana semua itu yaa dari kita, orang tua yang pertama kali mendidik anak – anak kita.. Jadi tidak ada kata-kata yang seperti emak sampaikan tadi yaa..

Anak merupakan peniru yang ulung. Kita sebagai orang tua sudah sering membuktikan kan pastinya yaa? Kalo belum, coba deh kita satu kali saja berbicara bahasa yang tidak pantas (keceplosan misalnya), anak pasti akan langsung mengingat dan sering menirukan jika kita tidak menjelaskan maksudnya. Anak membutuhkan role model. Yaa, role model terdekat anak – anak adalah orang tua. Kita sebagai orang tua sejak kecil juga sudah diajarkan tata karma oleh orang tua. Apalagi saya sendiri sebagai anak jawa, juga diajarkan bagaimana itu unggah ungguh (tata krama dalam bahasa jawa sering disebut uanggah – ungguh ). Meski dulu kita sewaktu kecil juga tidak tahu, bagaimana berprilaku dan berkmunikasi dengan santun, tetap berkat ajaran orang tua menjadi tau tentang itu semua, sehingga kita bisa survie dikehidupan sosial. Nah.. Ketika sudah menjadi orang tua, siap atau tidak siap kita dituntut untuk menjadi pribadi yang santun agar dapat menjadi contoh anak – anak kita.

Orang tua membutuhkan ketlatenan dan kesabaran dalam mendidik anak. Karena semua itu tidak semudah mencoret – coret kertas kosong . Sseperti halnya kita belajar menulis yang tidak mudah jika kita tidak tlaten atau rajin dalam melatih kemampuan kita untuk menulis.  Nah.. anak pun begitu.. Anak akan terbiasa jika hal tersebut dilihatnya, didengarnya, dan dilakukannya berulang – ulang. Seperti halnya terkadang anak suka berdiri atau naik diatas kursi, jangan pernah lelah untuk mengingatkan bahwa kursi merupakan tempat untuk duduk, bukan untuk berdiri. Sekali anak menurut, semisal lain kali anak mengulanginya, cobalah ingatkan kembali tentang fungsi kursi itu lagi. Capek sih yaa, bahkan terkadang jengkel juga atau bahkan sering muncul kata “sudah dikasih tau berkali – kali kok bla.. bla.. bla… “(Pengalaman pribadi saya juga sih.. ) Tapi begitulah anak – anak. Mereka masih mengulang hal – hal yang menyenangkan buat mereka, meski belum bisa memikirkan apakah itu tepat atau tidak. Tapi.. jangan pernah menyerah dan lelah jika kita bermimpi memiliki anak – anak yang santun yaa..

Orang tua juga butuh jurus “tega”. Kalo menurut saya lebih cocok dibilang tega, karena kita seharusnya tidak membiarkan anak semau – maunya tanpa arahan yang baik dari orang tua meski bagi anak – anak itu tidak menyenangkan. Misalnya saja ketika anak rewel minta minum dot, sebelum anak mau mengatakan “ibuk, minta tolong buatkan susu”, saya tidak akan beranjak untuk membuatkan. Atau ketika minta dibukakan bungkus permen, ajari anak untuk mengatakan “ibuk, minta tolong bukakan permen ini”, sebelum keluar kata – kata itu, jangan dilayani. Karena terkadang anak juga merasa gengsi untuk menyampaikan kata – kata “tolong”, “terima kasih”, ataupun “permisi”. Jadi jangan biarkan gengsi merajai anak kita tapi mereka tetap mendapatkan apa yang mereka mau. Biasanya ke-gengsian itu muncul karena anak jarang mendapatkan kata – kata itu dari rang tua, sehingga mereka tidak terbiasa.  

Jurus yang lain yaitu bisa dengan memanfaatkan kesenangan anak. Anak paling suka dengan bermain dan mendengarkan cerita. Selain dengan diajarkan contoh secara langsung, orang tua bisa dengan memberikan game – game atau memberikan buku – buku bacaan yang bertemakan tata krama. Ingat yaa, bahwa buku itu tidak hanya konsumsi anak – anak yang sudah bisa membaca. Orang tua bisa berperan aktif menjadikan anak memahami isi buku dengan membacakannya.  Menurut pengalaman saya, hal ini juga jurus yang sangat jitu, karena jika anak – anak melakukan hal – hal yang tidak santun, kita tinggal mengingatkan terhadap tokoh – tokoh yang ada di cerita yang pernah saya bacakan, dengan sendirinya anak akan cengar – cengir dan mengingat bahwa hal yang baru saja dilakukanya itu tidak baik.

Yuk mom,,, belum terlambat kok dalam hal mengajarkan sesuatu kepada anak.. jangan sampai kita gagal mendidik anak karena kita tidak mau berepot – repot ria terhadap segala tetek mbengeknya… (bahasa apa ini y? hehe)

#self reminder
#marimenulis
#pecintaliterasi

Senin, 10 Oktober 2011


-----*****-----

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”


 Sering kita merasa belum mendapatkan apa yang kita inginkan. Selalu saja ada hal yang menghalangi kita untuk bisa memiliki sesuatu yang kita sukai.
Tapi, berusahalah untuk mensyukuri atas apa yang telah kita miliki. InsyaAllah akan menyamarkan rasa kekurangan yang selalu memenuhi hati dan pikiran kita.

Kamis, 04 Agustus 2011

Sebuah Keluarga "dicoba" dengan Kelumpuhan

Hikz…hikz…
MySpace

Trenyuh sekali hati ini rasanya. Tadi sewaktu saya mau melaksanakan sholat duhur, saya sempatkan menyaksikan acara disebuah stasiun televisi swasta. Dimana pada acara tersebut menampilkan tentang berita penyakit lumpuh yang banyak di derita warga Sidomulyo Boyolali Jawa Tengan. Kelumpuhan tersebut telah diderita sejak jaman dahulu kala. Sampai saat ini jumlah penderita yang masih hidup berjumlah 17 orang. dari jumlah demikian dianteranya sudah mengalami kelumpuhan total dan beberapa lainnya masih berjalan tertatih. Ada beberapa warga yang mengatakan bahwa kelumpuhan tersebut dikarenakan ada nenek moyang mereka yang . Namun dari dinas kesehatan kelumpuhan ini karena faktor genetika.

Diwilayah tersebut terdapat sebuah keluarga dengan 5 anggota yang keempat anggotanya mengalami kelumpuhan. Kelima orang tersebut adalah kakak beradik. Menyaksikan keadaan keluarga tersebut membuat saya tidak mampu menahan air mata. Keadaan yang begitu mengenaskan. Betapa bersyukurnya saya selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.

Dalam keluarga, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Jadi diantara kelima bersaudara itu yang masih sehat yaitu anak nomor 2. Dialah yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia selalu berusaha semampunya untuk mengusahakan untuk kesembuhan keempat saudaranya. Dia rela bekerja setiap hari demi tercukupinya kebutuhan makan dan pengobatan untuk keluarga. Bekerja apapun, dari mulai tukang batu, berjualan apapun yang bisa menghasilkan uang, meski bayaran yang hanya Rp. 30.000,- setiap harinya. Sepulang bekerja, dia harus memasak makanan dan mengurus semua kebutuhan untuk keempat saudaranya.

Untuk anak yang pertama, kelumpuhannya baru menunjukkan gejala. Masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari, namun dengan keterbatasan. Kemudian anak yang ketiga dan kelima sudah mengalami kelumpuhan kronis sampai tidak mampu melakukan aktivitas apa-apa, mereka hanya bisa tergolek tak berdaya ditempat tidur. Untuk anak keempat, meskipun sudah lumayan parah, namun masih bisa sedikit-sedikit melakukan aktivitas, seperti menyuapi kakak-kakannya, membuat sapu lidi untuk mengisi waktu luang dan membantu mencari nafkah untuk keluarganya. Padahal seikat sapu lidi hanya dihargai Rp. 2000,-. Semua aktivitasnya dilakukan dengan kaki yang tertatih-tatih. Meskipun dengan keadaan seperti sekarang ini, mereka masih mempunyai harapan untuk sembuh, dan memiliki kekuatan untuk menjalani semua cobaan. Mereka mempunya cita-cita dan harapan untuk hidup yang lebih baik.

Astaghfirullah.. Begitu beratnya kehidupan mereka. Semoga engkau selalu memberikan kesehatan, kemurahan risky, dan berikanlah kesembuhan untuk keempat saudaranya. Semoga kesehatan selalu menyertai kita semua. Aku yakin engkau pasti akan memberikan kemudahan untuk kita semua. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Semoga segala ujian akan membawa pencerahan untuk meraih cinta dari Allah SWT. Amien..

Jumat, 29 Juli 2011

Tak Sekedar Jadi Sebuah Imajinasi

Beberapa waktu menyempatkan untuk blog walking..Mondar mandir dan baca sana sini. Buka tutup-buka tutup banyak halaman. Meresapi hal-hal yang aku baca dan mengambil ilmunya..
hemb.. Dan hasilnya yaitu memperjelas betapa jauhnya dari kata sempurna rangkaian kata-kataku dalam blog ini. Masih harus banyak belajar dan belajar, membaca, mengaktualisasi diri, mengorek potensi pada diriku. Dimana aku yakin Allah telah meletakkan potensi disetiap hambanya. Tergantung bagaimana aku bisa menemukan potensi tersebut, mengembangkan, dan melihat betapa bersyukurnya aku telah terlahir di duniaMu dengan segala potensi yang Engkau berikan..

Memang..belum seberapa dangkalnya kemampuanku(bukan seberapa dalam,,hehe), dari urusan tulis menulis, apalagi hal - hal menakjubkan yang lain..semuanya masih dalam taraf belajar. Apabila dilihat dari perjalanan hidup, di usia yang tidak anak-anak lagi, sudah hampir 22 tahun, tapi belum mampu menorehkan prestasi apa-apa.. (waaa... kemana saja aku selama ini???)

hemb.. but thats all will be an inspriration for me..
Karena untuk hidup itu butuh banyak inspirasi, semangat, perjuangan, dan ridho dari Allah...
Selalu berusaha... yaaa... berusaha..
Semoga Allah meridhoi...
amien.. :))

Berat ataupun ringan, semua jadi ringan.

Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing.

Pasti temen-temen semua sudah sering mendengar pribahasa diatas, dan tentunya sudah tahu maknanya kan??

Sebelum mengungkap maknanya, saya akan menceritakan sedikit hasil pengamatan tak sengaja saya kepada sekelompok semut. Ketika saya sedang duduk santai dilantai, tiba – tiba muncul sekawanan semut yang keluar dari sudut ruangan karena ada lantai yang berlubang. Sejenak saya luangkan waktu untuk mengamatinya. Cukup sejenak saja mengamatinya, sudah membuat saya terkagum bagaimana kebersamaan yang dijalin antar semut-semut tersebut. Kehidupan mereka terlihat selalu akur. Coba perhatikan ketika sekelompok semut sedang ber jalan, mereka selalu membentuk barisan yang rapi. Berjalan satu-satu, dan semut yang paling depan mencari rute yang akan diikuti semut-semut dibelakangnya. Kemudian perhatikan lagi ketika semut – semut yang berjalan itu saling berpapasan dengan semut yang lain, mereka pasti berhenti sejenak seolah-olah sedang berjabat tangan.(iyaa kan?). . waw… sangat-sangat mengesankan bukan?? Kita sebagai manusia apakah sudah bisa menata barisan serapi barisan semut?? hihi

Lalu, kebersamaan meraka selalu terlihat ketika kejadian-kejadian mengancam hidup mereka. Misalnya saja ketika sarang tempat mereka tinggal terusik oleh kebaradaan manusia. Pasti mereka akan cepat-cepat berpindah tempat tanpa lupa meninggalkan telur-telurnya. Mereka akan bersama-sama memikul telur-telurnya untuk dibawa ketempat yang lebih aman. Dari situ terlihat kegotong royongan semut-semut untuk menyelamatkan generasi penerusnya..



Nahhhh.. Pribahasa yang saya tulis diatas itu bermakna apabila hal berat / susah dirasakan bersama-sama, dan hal ringan / senang pun dirasakan bersama-sama, pasti semua akan terasa ringan. Hemb.. dari kehidupan semut tersebut kita harusnya lebih mampu menjaga rasa kebersamaan dan kegotong royongan kita diantara sesama. Malu dong kalah sama semut..???

Rabu, 13 Juli 2011

Nikmatnya Ketika Mensyukuri

Betapa indahnya dunia ketika kita bisa merasakan syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Selalu berterimakasih, dan benar – benar merasakan segalanya sebagai nikmat yang tak terkira. Sekecil nikmat ketika kita mampu merasakan dari sisi manfaat, akan membuat diri kita sangat berharga dihidup yang hanya sekali ini.

Tidak mudah untuk bisa merasakan syukur atas karunia yang kita terima. Seringkali Tuhan belum mengabulkan permintaan – permintaan kita. Bahkan mungkin Tuhan malah memberikan sebaliknya. Tuhanlah yang berkuasa atas segalanya, dan wilayah kita hanyalah meminta dan berusaha.

Dalam perjalanan hidup, kita memang harus selalu berharap, meminta dan menyusun rencana seperti apa yang kita inginkan. Tuhan Sang Maha Pemberi, tak pernah membatasi permintaan kita kepadaNya. Mintalah sebanyak – banyaknya, namun disertai usaha yang kuat juga tentunya. Jangan pernah kita merasa dalam titik tertinggi, karena hidup tak akan selesai sebelum Tuhan menghendaki.

Seringkali Tuhan belum mengabulkan apa yang telah menjadi harapan kita. Tapi janganlah kita mudah membenciNya. Dibalik keputusannya, pasti Tuhan menyiapkan banyak rencana yang lebih tepat untuk kita. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran :

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)


Itulah mengapa kita tak diijinkan berburuk sangka terhadapNya, karena Tuhan lah yang Maha Tahu atas segalanya. Tetap tegakkan semangat dan optimis bahwa kita akan merasakan kenikmatan sesuai dengan kebutuhan kita. Yang akan membuat lebih nikmat lagi ketika rasa syukur selalu melekat pada hati kita. insyaAllah…

Kata Hari Ini

Allah SWT sang Maha Pemberi..
Kita pun berhak meminta dengan segala usaha,
Minta sebanyak – banyaknya, dan berusah sekuat-kuatnya,
Allah akan memberikan segalanya..

Sabtu, 11 Juni 2011

From Zero to Hero

From Zero to Hero merupakan sebuah tema acara Soft Skill yang diadakan dikampus saya (Poltekkes Kementrian Kesehatan semarang Prodi kebidanan Magelang). Acara Soft Skill ini yaitu acara training tentang bagaimana kita bisa membuat diri kita menjadi profesional dengan mengubah dari diri sendiri. Acara yang diadakan hari Minggu, 5 Juni 2011 ini bertujuan untuk membekali mahasiswi tingkat 3 yang akan terjun ke dunia kerja, dunia nyata dimana kita menghadapi publik dan dunia harus mengandalkan kekuatan dan keterampilan pribadi.

Dalam acara ini, sebagai trainernya adalah ibu Huzna Marzuqoh, SH (40 th). Beliau sudah berkecimpung dalam dunia broadcast sejak SMA. Sampai sekarang ini beliau memegang jabatan di Radio Polaris Magelang dan juga sebagai trainer dalam Anak Genius Indonesia. Orangnya cantik, asyik dan sangat menarik. Bisa membawa suasana menjadi santai dan nyaman.

Sebelum acara dimulai, ibu Huzna memperkenalkan diri dengan menceritakan berbagai perjalanannya kebeberapa negara, dimana beliau berhasil mendapatkan pelajaran dari pengalaman empiriknya.

Dari kegiatan hari tersebut saya berhasil merangkum beberapa hal..

Bahwa untuk menjadi Profesional itu membutuhkan CHANGE. Yaa.. perubahan. Perubahan dari diri kita sendiri dengan cara mengembangkan diri. Pada hakekatnya, manusia mampu mengembangkan diri sendiri dan mengembangkan hubungan antara pribadi. Dimana dalam pengembangan diri, didukung oleh faktor Skill dan Knowledge, dan dalam pengembangan hubungan antar pribadi didukung oleh faktor attitude. Ketiga hal tersebut harus kita bentuk dengan sempurna apabila kita ingin mengembangkan diri.

Nah… dari Attitude, skill dan knowledge itulah yang akan menjadikan kita Profesional. Profesionalisme merupakan ukuran yang dipakai dalam dunia kerja.

Sebelum bembahas masing – masing faktor tersebut, kita dijelaskan mengenai 9 prinsip dasar kehidupan, yaitu :
•Etika sebagai dasar dalam kehidupan sehari – hari
•Kejujuran dan Integritas
•Bertanggung jawab
•Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
•Hormat pada hak orang atau warga lain
•Cinta pada pekerjaan
•Berusaha keras untuk menabung dan infestasi
•Mau bekerja keras
•Tepat waktu


Pada prinsip yang manakah kita belum melaksanakannya dengan baik?? Hayuk mari kita mulai merubahnya, dari diri kita sendiri, dari hal yang kecil, dan sekarang juga.
Kembali lagi ke masalah utama, yaitu Attitude, Skill dan Knowledge.


1.Attitude

Apa iti Attitude?? Yang dimaksud dengan attitude yaitu meliputi 3 hal, yaitu affiliasi, Power, dan Achievement.

--Affiliasi--
Untuk menjadi pribadi yang mudah untuk mendapatkan kata “Ya”, itu harus :
oDiterima .
Untuk bisa diterima dimana saja, kita harus tampak tidak berbahaya, karena diri kita itu selalu dinilai dari “kelihatannya”. Perbaiki penampilan kita, buat penempilan kita semenarik mungkin agar orang dengan mudah menerima kita.
oDisukai.
Kita harus tampak menyenangkan, ramah, murah senyum. Kita akan merasa nyaman dimanapun kita berada apabila kita disukai.
oDipercaya.
Diri kita harus tampak “lebih”, bisa dengan rumus ABC (Akurat, Balance, Clear). Kita jangan malu untuk menampakkan diri kita bahwa “kita selalu bisa”. Jangan sia – siakan kesempatan yang ada karena kesempatan tak akan datang kedua kalinya., jadi segera tunjukkan kemampuan kita.

Ada 10 Prinsip Sosial

**Ketulusan ( hal yang paling disukai).
Orang yang tulus akan bisa membuat orang aman dan dihargai. Dalam point ini kita diperlihatkan video mengenai perbedaan ketulusan dalam senyuman. Kita bisa membedakan antara orang yang senyum dengan ikhlas dan orang yang senyum dengan terpaksa. Orang yang senyum dengan ikhlas tidak hanya terlihat dari bibirnya, tapi terlihat dari kernyitan atau kerutan di sekitar mata. Karena otak akan mempengaruhi syaraf disekitar mulut dan mata. Jadi ketika ada orang senyum lepas namun tanpa kerutan disekitar mata, dapat dipastikan bahwa senyumnya tidak ikhlas. Jadi tau kan bagaimana hati orang yang sedang senyum dengan kita??.

**Rendah hati.
Dengan rendah hati, orang akan tahu apa yang kita inginkan tanpa kita harus menyampaikan apa yang menjadi keinginan kita. Untuk bisa memahami perasaan orang, samakan dulu gelombang emosi kita dengan orang tersebut. Apabila sedang sedih, kita harus berusaha menyelami seberapa sedihnya, baru kita tahu apa yang harus kita lakukan dan bisa membuat orang tersebut menjadi nyaman.

**Kesetiaan.
Orang yang punya rasa kesetiaan pasti akan bisa dipercaya dan diandalkan.

**Bersikap Positif.
Selalu bicarakan hal-hal yang baik dari pada membicarakan hal – hal yang buruk.

**Keceriaan.
Sebagai pribadi yang ceria kita tidak boleh banyak mengeluh, tetap optimis dan semangat.

**Bertanggung jawab.
Ciri – ciri orang yang bertanggung jawab yaitu mampu melaksanakan kewajiban dengan sunggung-sungguh, apabila salah mau mengakui, dan bila gagal mau memperbaiki.

**Kepercayaan diri

**Easy going.
Orang yang easy going tidak akan mengungkit masa lalu dan khawatir akan masa depan. Semua dijalani dengan nyaman, mengalir apa adannya.

**Emphaty .
Kita bisa menjadi pendengar yang baik dengan cara menempatkan posisi kita sebagai orang tersebut, dengan begitu pun kita sudah bisa menunjukkan empati tanpa harus dengan disampaikan secara lisan.


--Power--

Kita harus bisa menunjukkan power yang kita miliki. Karena hakikatnya manusia memang dibekali Power, meskipun setiap manusia kadarnya berbeda - beda.


--Achievement--

Bagaimana cara dan semangat kita untuk meraih apa yang kita inginkan prinsipnya “bertahap dalam mencapai tujuan”.


2. Skill

Ada berbagai macam skil, yaitu Speaking Skill, Thingking, Interpersonal, Networking, dan Grow.

Speaking Skill.
Yang harus diperhatikan yaitu Conten dan Contex. Content yaitu isi otak yang akan mempengaruhi apa yang diomongkan, sedangkan contex adalah bagaimana cara kita mengucapkan.

Thingking.
Adalah bagaimana kemampuan kita untuk berfikir. Selalu berfikir positif adalah hal yang lebih baik.

Interpersonal.
Untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, kita hatus Mau, Tahu, Mampu, dan Tampil.

Networking.
Kita sebagai pribadi tidak mampu berbuat banyak tanpa adannya jaringan. Semisal seekor burung, Sepintar dan sehebat apapun, kita tetap hanya memiliki sayap sebelah. Dan sayap sebelahnya adalah orang lain.

3. Knowledge

Ada 3 N dalam belajar, yaitu Niteni (Melihat), Nirokke (Menirukan), dan Nambahi (Menambahi). Jadi, untuk mampu belajar kita boleh belajar dari pengalaman sendiri juga pengalaman orang lain. Dimana dari pengalaman orang lain kita bisa melakukan pengembangan sesuai kemampuan kita.

Acara yang berjalan selama hampir 6 jam ini membuat saya menjadi lebih tahu apa saja yang harus saya lakukan apabila saya ingin menjadi pribadi yang Profesional disegala bidang yang saya jalani. Semoga saya mempu menerapkannya dalam kehidupan saya.

Kamis, 28 April 2011

BerHaSiL

Pelajaran yang ku dapat hari ini..

BERHASIL
Hal itu bisa ku capai dari :
-Seberapa tinggi mimpiku,
-Seberapa yakin aku untuk mencapainya,
-Seberapa keras usahaku mengejarnya,
-Seberapa manfaat bagi banyak orang..

Memang, inspirasi itu harus ku kejar..



I will when I believe..
And I catch it when I will..

Minggu, 24 April 2011

Isi Waktu Dengan Berbuat

Sebuah Artikel Kutipan
Sumber : La Tahzan, Jangan Bersedih!


Orang – orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang – laying tak tahu arah, Dan

Mereka rela berada bersama orang – orang yang tidak pergi berperang
QS. At-Taubah : 87

Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa –apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan degan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan kekiri.

Bila pada suatu hari anda mendapatkan diri anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang kemana – mana : mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kalamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan – amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekeosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.

Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina ; meletakkan si narapidana dibawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun – tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stress dan gila.

Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik – cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si “pencuri”.

Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan sholat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bemanfaat.

Bunuhlah setiap waktu kosong dengan “pisau” kesibukan! Dengan cara itu, dokter – dokter dunia akan menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendengarkan lagu – lagu seperti burung – burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.