Menuliskan berbagai hal yang terlintas dipikiran,,, untuk mengaktifkan syaraf - syaraf diotakku agar tidak pernah diam dan mati..
Memaknai setiap jengkal kehidupanku..
Merangkainya dalam kata..
dan memujanya seperti ku memuja indahnya awan diatas lautan sore hari..
Berbagi tentang aktivitas, pengalaman pribadi, ilmu pengetahuan hasil kuliah, dan masih banyak lagi.. :))
Kamis, 19 Oktober 2017
Tata Krama Diajarkan, Bukan Bawaan !
Senin, 10 Oktober 2011
Kamis, 04 Agustus 2011
Sebuah Keluarga "dicoba" dengan Kelumpuhan
Trenyuh sekali hati ini rasanya. Tadi sewaktu saya mau melaksanakan sholat duhur, saya sempatkan menyaksikan acara disebuah stasiun televisi swasta. Dimana pada acara tersebut menampilkan tentang berita penyakit lumpuh yang banyak di derita warga Sidomulyo Boyolali Jawa Tengan. Kelumpuhan tersebut telah diderita sejak jaman dahulu kala. Sampai saat ini jumlah penderita yang masih hidup berjumlah 17 orang. dari jumlah demikian dianteranya sudah mengalami kelumpuhan total dan beberapa lainnya masih berjalan tertatih. Ada beberapa warga yang mengatakan bahwa kelumpuhan tersebut dikarenakan ada nenek moyang mereka yang . Namun dari dinas kesehatan kelumpuhan ini karena faktor genetika.
Diwilayah tersebut terdapat sebuah keluarga dengan 5 anggota yang keempat anggotanya mengalami kelumpuhan. Kelima orang tersebut adalah kakak beradik. Menyaksikan keadaan keluarga tersebut membuat saya tidak mampu menahan air mata. Keadaan yang begitu mengenaskan. Betapa bersyukurnya saya selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.
Dalam keluarga, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Jadi diantara kelima bersaudara itu yang masih sehat yaitu anak nomor 2. Dialah yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia selalu berusaha semampunya untuk mengusahakan untuk kesembuhan keempat saudaranya. Dia rela bekerja setiap hari demi tercukupinya kebutuhan makan dan pengobatan untuk keluarga. Bekerja apapun, dari mulai tukang batu, berjualan apapun yang bisa menghasilkan uang, meski bayaran yang hanya Rp. 30.000,- setiap harinya. Sepulang bekerja, dia harus memasak makanan dan mengurus semua kebutuhan untuk keempat saudaranya.
Untuk anak yang pertama, kelumpuhannya baru menunjukkan gejala. Masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari, namun dengan keterbatasan. Kemudian anak yang ketiga dan kelima sudah mengalami kelumpuhan kronis sampai tidak mampu melakukan aktivitas apa-apa, mereka hanya bisa tergolek tak berdaya ditempat tidur. Untuk anak keempat, meskipun sudah lumayan parah, namun masih bisa sedikit-sedikit melakukan aktivitas, seperti menyuapi kakak-kakannya, membuat sapu lidi untuk mengisi waktu luang dan membantu mencari nafkah untuk keluarganya. Padahal seikat sapu lidi hanya dihargai Rp. 2000,-. Semua aktivitasnya dilakukan dengan kaki yang tertatih-tatih. Meskipun dengan keadaan seperti sekarang ini, mereka masih mempunyai harapan untuk sembuh, dan memiliki kekuatan untuk menjalani semua cobaan. Mereka mempunya cita-cita dan harapan untuk hidup yang lebih baik.
Astaghfirullah.. Begitu beratnya kehidupan mereka. Semoga engkau selalu memberikan kesehatan, kemurahan risky, dan berikanlah kesembuhan untuk keempat saudaranya. Semoga kesehatan selalu menyertai kita semua. Aku yakin engkau pasti akan memberikan kemudahan untuk kita semua. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).
Semoga segala ujian akan membawa pencerahan untuk meraih cinta dari Allah SWT. Amien..Jumat, 29 Juli 2011
Tak Sekedar Jadi Sebuah Imajinasi
Beberapa waktu menyempatkan untuk blog walking..Mondar mandir dan baca sana sini. Buka tutup-buka tutup banyak halaman. Meresapi hal-hal yang aku baca dan mengambil ilmunya..
hemb.. Dan hasilnya yaitu memperjelas betapa jauhnya dari kata sempurna rangkaian kata-kataku dalam blog ini. Masih harus banyak belajar dan belajar, membaca, mengaktualisasi diri, mengorek potensi pada diriku. Dimana aku yakin Allah telah meletakkan potensi disetiap hambanya. Tergantung bagaimana aku bisa menemukan potensi tersebut, mengembangkan, dan melihat betapa bersyukurnya aku telah terlahir di duniaMu dengan segala potensi yang Engkau berikan..
Memang..belum seberapa dangkalnya kemampuanku(bukan seberapa dalam,,hehe), dari urusan tulis menulis, apalagi hal - hal menakjubkan yang lain..semuanya masih dalam taraf belajar. Apabila dilihat dari perjalanan hidup, di usia yang tidak anak-anak lagi, sudah hampir 22 tahun, tapi belum mampu menorehkan prestasi apa-apa.. (waaa... kemana saja aku selama ini???)
hemb.. but thats all will be an inspriration for me..
Karena untuk hidup itu butuh banyak inspirasi, semangat, perjuangan, dan ridho dari Allah...
Selalu berusaha... yaaa... berusaha..
Semoga Allah meridhoi...
amien.. :))
Berat ataupun ringan, semua jadi ringan.
Pasti temen-temen semua sudah sering mendengar pribahasa diatas, dan tentunya sudah tahu maknanya kan??
Sebelum mengungkap maknanya, saya akan menceritakan sedikit hasil pengamatan tak sengaja saya kepada sekelompok semut. Ketika saya sedang duduk santai dilantai, tiba – tiba muncul sekawanan semut yang keluar dari sudut ruangan karena ada lantai yang berlubang. Sejenak saya luangkan waktu untuk mengamatinya. Cukup sejenak saja mengamatinya, sudah membuat saya terkagum bagaimana kebersamaan yang dijalin antar semut-semut tersebut. Kehidupan mereka terlihat selalu akur. Coba perhatikan ketika sekelompok semut sedang ber jalan, mereka selalu membentuk barisan yang rapi. Berjalan satu-satu, dan semut yang paling depan mencari rute yang akan diikuti semut-semut dibelakangnya. Kemudian perhatikan lagi ketika semut – semut yang berjalan itu saling berpapasan dengan semut yang lain, mereka pasti berhenti sejenak seolah-olah sedang berjabat tangan.(iyaa kan?). . waw… sangat-sangat mengesankan bukan?? Kita sebagai manusia apakah sudah bisa menata barisan serapi barisan semut?? hihi
Lalu, kebersamaan meraka selalu terlihat ketika kejadian-kejadian mengancam hidup mereka. Misalnya saja ketika sarang tempat mereka tinggal terusik oleh kebaradaan manusia. Pasti mereka akan cepat-cepat berpindah tempat tanpa lupa meninggalkan telur-telurnya. Mereka akan bersama-sama memikul telur-telurnya untuk dibawa ketempat yang lebih aman. Dari situ terlihat kegotong royongan semut-semut untuk menyelamatkan generasi penerusnya..
Nahhhh.. Pribahasa yang saya tulis diatas itu bermakna apabila hal berat / susah dirasakan bersama-sama, dan hal ringan / senang pun dirasakan bersama-sama, pasti semua akan terasa ringan. Hemb.. dari kehidupan semut tersebut kita harusnya lebih mampu menjaga rasa kebersamaan dan kegotong royongan kita diantara sesama. Malu dong kalah sama semut..???
Rabu, 13 Juli 2011
Nikmatnya Ketika Mensyukuri
Betapa indahnya dunia ketika kita bisa merasakan syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Selalu berterimakasih, dan benar – benar merasakan segalanya sebagai nikmat yang tak terkira. Sekecil nikmat ketika kita mampu merasakan dari sisi manfaat, akan membuat diri kita sangat berharga dihidup yang hanya sekali ini.
Tidak mudah untuk bisa merasakan syukur atas karunia yang kita terima. Seringkali Tuhan belum mengabulkan permintaan – permintaan kita. Bahkan mungkin Tuhan malah memberikan sebaliknya. Tuhanlah yang berkuasa atas segalanya, dan wilayah kita hanyalah meminta dan berusaha.
Dalam perjalanan hidup, kita memang harus selalu berharap, meminta dan menyusun rencana seperti apa yang kita inginkan. Tuhan Sang Maha Pemberi, tak pernah membatasi permintaan kita kepadaNya. Mintalah sebanyak – banyaknya, namun disertai usaha yang kuat juga tentunya. Jangan pernah kita merasa dalam titik tertinggi, karena hidup tak akan selesai sebelum Tuhan menghendaki.
Seringkali Tuhan belum mengabulkan apa yang telah menjadi harapan kita. Tapi janganlah kita mudah membenciNya. Dibalik keputusannya, pasti Tuhan menyiapkan banyak rencana yang lebih tepat untuk kita. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)
Itulah mengapa kita tak diijinkan berburuk sangka terhadapNya, karena Tuhan lah yang Maha Tahu atas segalanya. Tetap tegakkan semangat dan optimis bahwa kita akan merasakan kenikmatan sesuai dengan kebutuhan kita. Yang akan membuat lebih nikmat lagi ketika rasa syukur selalu melekat pada hati kita. insyaAllah…
Kata Hari Ini
Allah SWT sang Maha Pemberi..
Kita pun berhak meminta dengan segala usaha,
Minta sebanyak – banyaknya, dan berusah sekuat-kuatnya,
Allah akan memberikan segalanya..
Sabtu, 11 Juni 2011
From Zero to Hero
Dalam acara ini, sebagai trainernya adalah ibu Huzna Marzuqoh, SH (40 th). Beliau sudah berkecimpung dalam dunia broadcast sejak SMA. Sampai sekarang ini beliau memegang jabatan di Radio Polaris Magelang dan juga sebagai trainer dalam Anak Genius Indonesia. Orangnya cantik, asyik dan sangat menarik. Bisa membawa suasana menjadi santai dan nyaman.
Sebelum acara dimulai, ibu Huzna memperkenalkan diri dengan menceritakan berbagai perjalanannya kebeberapa negara, dimana beliau berhasil mendapatkan pelajaran dari pengalaman empiriknya.
Dari kegiatan hari tersebut saya berhasil merangkum beberapa hal..
Bahwa untuk menjadi Profesional itu membutuhkan CHANGE. Yaa.. perubahan. Perubahan dari diri kita sendiri dengan cara mengembangkan diri. Pada hakekatnya, manusia mampu mengembangkan diri sendiri dan mengembangkan hubungan antara pribadi. Dimana dalam pengembangan diri, didukung oleh faktor Skill dan Knowledge, dan dalam pengembangan hubungan antar pribadi didukung oleh faktor attitude. Ketiga hal tersebut harus kita bentuk dengan sempurna apabila kita ingin mengembangkan diri.
Nah… dari Attitude, skill dan knowledge itulah yang akan menjadikan kita Profesional. Profesionalisme merupakan ukuran yang dipakai dalam dunia kerja.
Sebelum bembahas masing – masing faktor tersebut, kita dijelaskan mengenai 9 prinsip dasar kehidupan, yaitu :
•Etika sebagai dasar dalam kehidupan sehari – hari
•Kejujuran dan Integritas
•Bertanggung jawab
•Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
•Hormat pada hak orang atau warga lain
•Cinta pada pekerjaan
•Berusaha keras untuk menabung dan infestasi
•Mau bekerja keras
•Tepat waktu
Pada prinsip yang manakah kita belum melaksanakannya dengan baik?? Hayuk mari kita mulai merubahnya, dari diri kita sendiri, dari hal yang kecil, dan sekarang juga.
Kembali lagi ke masalah utama, yaitu Attitude, Skill dan Knowledge.
1.Attitude
Apa iti Attitude?? Yang dimaksud dengan attitude yaitu meliputi 3 hal, yaitu affiliasi, Power, dan Achievement.
--Affiliasi--
Untuk menjadi pribadi yang mudah untuk mendapatkan kata “Ya”, itu harus :
oDiterima .
Untuk bisa diterima dimana saja, kita harus tampak tidak berbahaya, karena diri kita itu selalu dinilai dari “kelihatannya”. Perbaiki penampilan kita, buat penempilan kita semenarik mungkin agar orang dengan mudah menerima kita.
oDisukai.
Kita harus tampak menyenangkan, ramah, murah senyum. Kita akan merasa nyaman dimanapun kita berada apabila kita disukai.
oDipercaya.
Diri kita harus tampak “lebih”, bisa dengan rumus ABC (Akurat, Balance, Clear). Kita jangan malu untuk menampakkan diri kita bahwa “kita selalu bisa”. Jangan sia – siakan kesempatan yang ada karena kesempatan tak akan datang kedua kalinya., jadi segera tunjukkan kemampuan kita.
Ada 10 Prinsip Sosial
**Ketulusan ( hal yang paling disukai).
Orang yang tulus akan bisa membuat orang aman dan dihargai. Dalam point ini kita diperlihatkan video mengenai perbedaan ketulusan dalam senyuman. Kita bisa membedakan antara orang yang senyum dengan ikhlas dan orang yang senyum dengan terpaksa. Orang yang senyum dengan ikhlas tidak hanya terlihat dari bibirnya, tapi terlihat dari kernyitan atau kerutan di sekitar mata. Karena otak akan mempengaruhi syaraf disekitar mulut dan mata. Jadi ketika ada orang senyum lepas namun tanpa kerutan disekitar mata, dapat dipastikan bahwa senyumnya tidak ikhlas. Jadi tau kan bagaimana hati orang yang sedang senyum dengan kita??.
**Rendah hati.
Dengan rendah hati, orang akan tahu apa yang kita inginkan tanpa kita harus menyampaikan apa yang menjadi keinginan kita. Untuk bisa memahami perasaan orang, samakan dulu gelombang emosi kita dengan orang tersebut. Apabila sedang sedih, kita harus berusaha menyelami seberapa sedihnya, baru kita tahu apa yang harus kita lakukan dan bisa membuat orang tersebut menjadi nyaman.
**Kesetiaan.
Orang yang punya rasa kesetiaan pasti akan bisa dipercaya dan diandalkan.
**Bersikap Positif.
Selalu bicarakan hal-hal yang baik dari pada membicarakan hal – hal yang buruk.
**Keceriaan.
Sebagai pribadi yang ceria kita tidak boleh banyak mengeluh, tetap optimis dan semangat.
**Bertanggung jawab.
Ciri – ciri orang yang bertanggung jawab yaitu mampu melaksanakan kewajiban dengan sunggung-sungguh, apabila salah mau mengakui, dan bila gagal mau memperbaiki.
**Kepercayaan diri
**Easy going.
Orang yang easy going tidak akan mengungkit masa lalu dan khawatir akan masa depan. Semua dijalani dengan nyaman, mengalir apa adannya.
**Emphaty .
Kita bisa menjadi pendengar yang baik dengan cara menempatkan posisi kita sebagai orang tersebut, dengan begitu pun kita sudah bisa menunjukkan empati tanpa harus dengan disampaikan secara lisan.
--Power--
Kita harus bisa menunjukkan power yang kita miliki. Karena hakikatnya manusia memang dibekali Power, meskipun setiap manusia kadarnya berbeda - beda.
--Achievement--
Bagaimana cara dan semangat kita untuk meraih apa yang kita inginkan prinsipnya “bertahap dalam mencapai tujuan”.
2. Skill
Ada berbagai macam skil, yaitu Speaking Skill, Thingking, Interpersonal, Networking, dan Grow.
Speaking Skill.
Yang harus diperhatikan yaitu Conten dan Contex. Content yaitu isi otak yang akan mempengaruhi apa yang diomongkan, sedangkan contex adalah bagaimana cara kita mengucapkan.
Thingking.
Adalah bagaimana kemampuan kita untuk berfikir. Selalu berfikir positif adalah hal yang lebih baik.
Interpersonal.
Untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, kita hatus Mau, Tahu, Mampu, dan Tampil.
Networking.
Kita sebagai pribadi tidak mampu berbuat banyak tanpa adannya jaringan. Semisal seekor burung, Sepintar dan sehebat apapun, kita tetap hanya memiliki sayap sebelah. Dan sayap sebelahnya adalah orang lain.
3. Knowledge
Ada 3 N dalam belajar, yaitu Niteni (Melihat), Nirokke (Menirukan), dan Nambahi (Menambahi). Jadi, untuk mampu belajar kita boleh belajar dari pengalaman sendiri juga pengalaman orang lain. Dimana dari pengalaman orang lain kita bisa melakukan pengembangan sesuai kemampuan kita.
Acara yang berjalan selama hampir 6 jam ini membuat saya menjadi lebih tahu apa saja yang harus saya lakukan apabila saya ingin menjadi pribadi yang Profesional disegala bidang yang saya jalani. Semoga saya mempu menerapkannya dalam kehidupan saya.
Kamis, 28 April 2011
BerHaSiL
Pelajaran yang ku dapat hari ini..
BERHASIL
Hal itu bisa ku capai dari :
-Seberapa tinggi mimpiku,
-Seberapa yakin aku untuk mencapainya,
-Seberapa keras usahaku mengejarnya,
-Seberapa manfaat bagi banyak orang..
Memang, inspirasi itu harus ku kejar..
I will when I believe..
And I catch it when I will..
Minggu, 24 April 2011
Isi Waktu Dengan Berbuat
Sumber : La Tahzan, Jangan Bersedih!
Orang – orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang – laying tak tahu arah, Dan
Mereka rela berada bersama orang – orang yang tidak pergi berperang
QS. At-Taubah : 87
Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa –apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan degan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan kekiri.
Bila pada suatu hari anda mendapatkan diri anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang kemana – mana : mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kalamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan – amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekeosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.
Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina ; meletakkan si narapidana dibawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun – tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stress dan gila.
Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik – cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si “pencuri”.
Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan sholat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bemanfaat.
Bunuhlah setiap waktu kosong dengan “pisau” kesibukan! Dengan cara itu, dokter – dokter dunia akan menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendengarkan lagu – lagu seperti burung – burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.


