Tampilkan postingan dengan label Obstetrics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obstetrics. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Lotus Birth


Pengertian Lotus Birth
Lotus Birth adalah tali pusat yang tidak dipotong dan membiarkan secara utuh. Plasenta dibiarkan dan menunggu sampai tali pusat kering dan akhirnya lepas, umumnya akan lepas antara tiga sampai sepuluh hari. Organisasi Kesehatan (WHO) menekankan pentingnya penyatuan atau penggabungan pendekatan untuk asuhan ibu dan bayi, dan menyatakan dengan jelas (dalam Panduan Praktis Asuhan Persalinan Normal: geneve Swiss, 1997) “ Penundaan Pengekleman (atau tidak diklem sama sekali) adalah cara fisiologis dalam perawatan tali pusat, dan pengekleman tali pusat secara dini merupakan intervensi yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Setelah bayi lahir, tali pusat yang melekat pada bayi dan plasenta dibiarkan, tanpa dijepit atau dipotong, dan membiarkan tali pusat terlepas dari bayi secara alami. Tali pusat dan plasenta merupakan satu unit dan satu kesatuan yang membentuk bayi. Umumnya tali pusat terlepas secara alami dua atau tiga hari setelah kelahiran.
Plasenta yang baru dilahirkan biasanya mengeluarkan cairan, pada kelahiran Lotus, cairan itu di tampung dan disimpan di dalam waskom atau mangkuk, selanjutnya didekatkan pada bayi. Kain yang digunakan untuk menutupi plasenta haruslah memungkinkan terjadinya pertukaran udara, sehingga plasenta tidak berbau busuk dan menjadi kering. Ada yang menggunakan garam laut untuk mempercepat proses pengeringan plasenta. Kadang-kadang ada yang mengoleskan minyak esensial, seperti lavender atau bubuk tumbuh-tumbuhan seperti goldenseal, neem, dicampurkan dengan lavender sebagai anti bakteri. Kalau pengeringan plasenta tidak dilakukan secara baik, maka plasenta akan mengeluarkan bau tidak sedap. Bau tersebut dapat diatasi dengan penanaman plasenta secara langsung atau didinginkan (menyimpan dalam lemari es) setelah minggu pertama pasca persalinan. Kelahiran Lotus jarang dilakukan di rumah sakit. Lebih sering terjadi pada persalinan di rumah dan pusat-pusat kelahiran Lotus.


Sejarah Lotus Birth
Negara perintis Lotus birth adalah Amerika. Lotus birth dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi bayi dari infeksi luka yang terbuka. Meskipun Lotus birth ini merupakan suatu fenomena yang baru, tapi penundaan pemotongan tali pusat sudah ada dalam budaya Bali dan budaya suku Aborigin Australia. Dan keputusan Lotus birth serta dampak fisiologis yang dapat terjadi merupakan tanggung jawab dari klien yang telah memilih dan membuat keputusan tersebut.
Primatolog Jane Goodall, adalah orang pertama untuk melakukan apapun studi jangka panjang dari simpanse di alam bebas Pada hewan Simpanse, yang merupakan mamalia dengan 99% bahan genetik hampir sama dengan manusia, juga pada prakteknya membiarkan plasenta utuh, tidak merusaknya bahkan memotongnya. Hal itu dikenal dengan fakta primatologis. Beberapa praktisi kelahiran teratai simpanse merujuk kepada praktek sebagai latihan alami bagi manusia juga.
Informasi mengenai lotus birth ini terdapat dalam ajaran Budha, Hindu, Kristen serta Yahudi. Di Tibet dan Zen Buddhisme, istilah "kelahiran teratai" digunakan untuk menggambarkan para guru spiritual seperti Buddha Gautama dan Padmasambhava (Lien Sen-hua), menekankan mereka masuk ke dunia sebagai utuh, anak-anak kudus. Kelahiran referensi teratai juga ditemukan dalam Hinduisme, misalnya dalam kisah kelahiran Wisnu.
Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyakit kuning dan kehilangan berat badan bayi karena tindakan Lotus birth.

Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.
Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.
Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.
Alasan mengapa Lotus Birth dipilih:
Setiap ibu memiliki alasan sendiri. Berikut ini adalah beberapa alasan ibu untuk memilih Lotus Birth:
1.Ibu dan keluarga tidak ingin memisahkan plasenta dari bayi dengan cara memotong tali pusat.
2.Supaya proses transisi bayi terjadi secara lembut dan damai, yang memungkinkan penolong persalinan untuk memotong tali pusat pada waktu yang tepat.
3.Penghormatan terhadap bayi dan plasenta.
4. Asumsi ibu bahwa dapat menjamin bayi mendapatkan volume darah optimal dan spesifik yang diperlukan bagi bayi.
5.Mendorong ibu untuk menenangkan diri pada minggu pertama postpartum sebagai masa pemulihan sehingga bayi mendapat perhatian penuh.
6.Mengurangi angka kesakitan bayi akibat infeksi nosokomial dari pengunjung yang ingin bertemu bayi. Sebagian besar pengunjung akan lebih memilih untuk menunggu hingga plasenta telah lepas.
7.Alasan rohani atau emosional.
8.Tradisi budaya yang harus dilakukan.
9.Tidak khawatir tentang bagaimana mengklem, memotong atau mengikat tali pusat.
10.Kemungkinan menurunkan risiko infeksi (Lotus Birth memastikan sistem tertutup antara plasenta, tali pusat, dan bayi sehingga tidak ada luka terbuka)
11.Kemungkinan menurunkan waktu penyembuhan luka pada perut (adanya luka membutuhkan waktu untuk penyembuhan.sedangkan jika tidak ada luka, waktu penyembuhan akan minimal)
Manfaat dilakukannya Lotus Birth diantaranya :
1.Tali pusat dibiarkan sehingga memungkinkan terjadinya perpanjangan aliran darah ibu ke janin.
2.Oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi sebelum bayi benar-benar dapat mulai bernafas sendiri.
3.Lotus Birth juga memungkinkan bayi cepat untuk menangis segera setelah lahir.
4.Bayi tetap berada dekat ibu setelah kelahiran sehingga memungkinkan terjadinya waktu yang lebih lama untuk bounding attachment.

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk terlepasnya tali pusatbila tali pusat dipotong segera, 9,56 hari, ketika berhenti berdenyut 7,16 hari, dan dibiarkan 3,75 hari.
Waktu penyembuhan pusar apabila dilakukan pemotongan tali pusat dengan tidak, dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
No
Waktu Tali Pusat Terpotong
Waktu Penyembuhan
1
Segera
9,56 hari
2
Ketika berhenti berdenyut
7,16 hari
3
Nanti
3, 75 hari

Langkah dilakukannya Lotus Birth
Beberapa hal yang dilakukan dalam Lotus Birth diantaranya :
1.Bila bayi lahir, biarkan tali pusat utuh. Jika tali pusat berada sekitar leher bayi, cukup angkat tali tersebut.
2.Tunggu lahirnya plasenta secara alami.
3.Ketika plasenta lahir, tempatkan pada mangkuk di dekat ibu..
4.Tunggu transfusi penuh darah dari pusat ke bayi sebelum menangani plasenta.
5.Hati-hati dalam mencuci plasenta yaitu dengan menggunakan air hangat dan tepuk-tepuk sampai kering.
6.Tempatkan plasenta di tempat yang kering.
7.Letakkan plasenta pada bahan yang menyerap seperti sebuah popok atau kain kemudian letakkan dalam tas plasenta.
8.Gendong bayi dan beri makan sesuai kebutuhannya.
9.Pakaikan bayi menggunakan pakaian yang longgar.
10.bayi dapat dimandikan seperti biasa, biarkan plasenta bersamanya.
11.Meminimalisir pergerakan bayi.

Sekedar berbagi. Diambil dari berbagai sumber. dan Semoga bermanfaat. :)




Rabu, 20 Juli 2011

Solusio Plasenta

Solusio Plasenta adalah lepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang normal implantasinya diatas 22 minggu dan sebelum lahirnya anak. Pada solusio Plasenta, darah dari tempat pelepasan plasenta mencari jalan keluar antara selaput janin dan dinding rahim dan akhirnya keluar dari serviks dan terjadilah perdarahan.

Kadang – kadang darah tidak keluar, tetapi berkumpul dibelakang plasenta membentuk hematom retroplasenta. Perdarahan semacam ini disebut dengan perdarahan tersembunyi. Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi menimbulkan tanda yang khas karena seluruh perdarahan tertahan di dalam menambah volume uterus.Umumnya lebih berbahaya karena jumlah perdarahan yang keluar tidak sesuai dengan beratnya syok. Perdarahan pada solusio plasenta terutama berasal dari maternal, namun dapat juga berasal dari fetal.


Klasifikasi
Menurut derajat lepasnya plasenta :
  • Solusio plasenta partsialis.
  • Bila hanya sebagian plasenta terlepas dari tempat perlekatannya.
  • Solusio plasenta totalis.
  • Bila seluruh plasenta sudah terlepas dari tempat perlekatannya.
  • Prolapsus plasenta.
  • Bila plasenta turun ke bawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam.
Menurut derajatnya solusio plasenta dibagi menjadi :
  • Solusio plasenta ringan.
  • Ruptur sinus marginalis atau terlepasnya sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak akan menyebabkan perdarahan pervaginam berwarna kehitaman dan sedikit. Perut terasa agak sakit atau terus menerus agak tegang. Bagian janin masih mudah diraba.
  • Solusio plasenta sedang.
  • Plasenta telah lepas lebih dari seperempat. Tanda dan gejala dapat timbul perlahan atau mendadak dengan gejala sakit terus menerus lalu perdarahan pervaginam. Dinding uterus teraba tegang.
  • Solusio plasenta berat.
  • Plasenta telah lepas dari dua pertiga permukaan. Penderita shock.

Etiologi

Penyebab utama dari solusio plasenta masih belum diketahui dengan jelas. Meskipun demikian, beberapa hal diduga merupakan factor-faktor yang berpengaruh pada kejadian, antara lain :

  1. Hipertensi esensial atau preeklamsi
  2. Tali pusat yang pendek
  3. Trauma
  4. Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena cava inferior
  5. Uterus yang sangat mengecil (hidramnion pada waktu ketuban pecah, kehamilan ganda pada waktu bayi pertama lahir)
Disamping itu, ada juga pengaruh dari :
  1. Usia lanjut
  2. Multiparitas
  3. Ketuban pecah sebelum waktunya
  4. Defisiensi asam folat
  5. Merokok, alcohol, kokain
  6. Mioma uteri

Patologi

Solusio plasenta dimulai dengan perdarahan dalam desisua basalis, terjadilah hematom dalam desidua yang mengangkat lapisan – lapisan diatasnya. Hematom ini makin lama makin besar sehingga makin lama makin besar bagian plasenta yang terlepas dan tak berfaal. Akhirnya hematom mencapai pinggir plasenta dan mengalir keluar antara selaput janin dan dinding rahim.


Gejala – gejala
  • Perdarahan yang disertai nyeri, juga diluar his
  • Anemi dan syok; beratnya anemi dan syok sering tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar.
  • Rahim keras seperti papan dan nyeri tekan karena isi rahim bertambah dengan darah yang berkumpul dibelakang plasenta hingga rahim teregang.
  • Palpasi sukar karena rahim keras
  • Fundus uteri makin lama makin naik
  • Banyi jantung biasanya tidak ada
  • Pada toucher teraba ketuban yang tegang terus menerus karena isi rahim bertambah.
  • Sering ada proteinuri karena disertai preeklampsi.

DD
  • Plasenta previa
  • Ruptura uteri

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan solusio plasenta harus dilaksanakan dirumahsakit dengan fasilitas operasi.Prinsip prinsip penanganannya:

  • Lakukan resusitasi darah/ cairan sesuai kebutuhan
  • Pada solusio berat evakuasi konsepsi segera dan hentikan perdarahan dengan utero tonika, restitusi kekurangan faktor pembekuan atau jika diperlukan dapat dilakukan histerektomi
  • Pada solusio ringan dapat dilakukan perawatan konservatif dan pematangan paru hingga kehamilan 35 minggu dan evaluasi ketat jumlah perdarahn retroplasenter

Daftar Pustaka :
FK UNPAD. 2004. PObstetri Patologi. Jakarta: EGC
Hanifah & Desy. 2010. Obsginacea Obstetri & Ginekologi. Yogyakarta : TOSCA Enterprise

Minggu, 10 April 2011

Tumbuh Kembang Hasil Konsepsi

Kehamilan merupakan hal yang luar biasa yang dialami seorang wanita.Apalagi jika merupakan kehamilan yang pertama. Sebelum kehamilan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, diantaranya yaitu kondisi fisik. Karena dengan kondisi fisik yang baik, akan terjadi kehamilan yang sehat dan perkembangan janinnya berjalan sesuai tahapan yang normal. Dalam setiap kehamilan harus ada ovum(sel telur), Spermatozoa(sel mati), konsepsi/fertilisasi(pembuahan), nidasi dan plasentasi.

Pengertian dari konsepsi yaitu suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopii. Sperma yang yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum hanya satu. Setelah itu, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma.

Setiap bulannya wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dan indung telur (ovulasi), yang kemudian ditangkap oleh umbai – umbai (fibrae) dan masuk kedalam saluran telur. Ketika terjadi coitus, cairan semen tumpah kedalam vagina dan berjuta – juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi dibagian yang menggembung dituba fallopi.

Disekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat – zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini akan terjadi pembuahan (konsepsi=fertilisasi). Kemudian Ovum yang telah dibuahi segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambut getar tuba) menuju ruang rahim, dan melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarang diruang rahim. Peristiwa disebut nidasi (implantasi). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu kira – kira 6 – 7 hari. Untuk memenuhi kebutuhan zat – zat makanan bagi mudiga dan janin, terbentuklah uri (plasenta).

Perkembangan hasil konsepsi (Janin)

Minggu 4, Embrio mulai terbentuk
- Embrio mulai berbrntuk sampai sedikit melengkung
- Perlahan membentuk kepaladan leher
- Sudah terdapat peredaran darah dan mulai terbentuk organ penting, seperti hati, ginjal dan sistem pencernaan
- Panjang 1 cm


Minggu 8, Berkembang cepat
- Muncul permulaan rangka tubuh secara keseluruhan
- Otak mulai berfungsi dan dapat mengirim sinyal – sinyal ke organ – organ tubuh
- Lambung sudah memproduksi sari – sari makanan dan hatimembuat sel – sel darah
- Ebrio mulai tumbuh dengan cepat dan banyak bagian – bagian penting yang berkembang
- Panjang 2cm


Minggu 12, Mulai menguap dan mengeliat
- Janin sudah mulai berusaha memegang dengan tangannya, terkadang menguap dan mengeliat
- Raut mukanya sudah mulai tampak seperti manusia, letak kelopak matanya sudah mulai menutupi sebagian matanya
- Putih mata dan pupil sudah pada tempatnya
- Detak jantung dapat didengar dengan pemeriksaan perut dengan menggunakan alat bantu dopler
- Panjang 1-5 cm dan berat 20 gr


Minggu 16, Terbentuk alis dan bulu mata
- Kuku–kuku yang sangat muda sudah mulai tumbuh pada tangan dan kaki
- Perlahan muncul alis dan bulu mata pada wajah
- Saat ini rahim bisa diibaratkan seperti balon yang terisi air / cairan ketuban. Cairan inilah yang membentuk perlahan–lahan dan sanggup menahan dorongan yang paling kuat
- Panjang 15 cm dan berat 120 gr


Minggu 20, Melakukan salto
- Janin mulai menendang, mengayun bahkan salto
- Gerakannya digambarkan seperti seekor kupu – kupu di dalam perut
- Organ kelamin pria atau anita sudah bisa diketahui
- Panjang 25 cm dan berat 350 gr


Minggu 24, Mendengar musik dan lagu
- Telinga sudah mulai mendekati bentuk akhir dan mulai bisa mendengar
- Ibu sudah boleh memperdengarkan musik – musik kepada si calon bayi yang kelak setelah lahir akan didengarnya
- Bisa juga bayi menjadi tak tenang mendengar suara keras seperti bantingan pintu dan sebagainya
- Panjang 32 cm dan berat 560 gr


Minggu 28, Indera perasa mulai berkembang
- Janin masih setengah matang dan mulai berkembang
- Pencernaan sudah lama selesai, namun indera perasa baru mulai berkembang
- Panjang 35 cm berat 900 gr


Minggu 32, Ruang makin sempit
- Janin mulai sedikit memperoleh ruang dalam perut, dengan letak kepala menghadap kebawah. Tapi bisa juga letaknya masih dengan tulang ekor dibawh dan kepala diatas
- Ada saat ini perut ibu terkadang bisa kontraksi sehingga menimbulkan rasa nyeri seperti meremas dan memijat janin.
- Mulai tampak mengisap jempol
- Panjang 40 cm dan berat 1800 gr


Minggu 36, Posisi menetap
- Posisi janin sudah menetap. Pada kehamilan pertama, biasanya posisi janin akan semakin masuk ke pinggul. Sedangkan pada kehamilan kedua, menurunnya ini akan terjadi belakangan pada persalinan karena otot – otot sudah mulai kendor
- Kulit janin masih ditutupi dengan lemak kulit
- Sekitar minggu ke-35, sebagian lemak kulitnya lepas dan melayang dalam cairan ketuban
- Panjang 45 cm dan berat 2900 gr

Jumat, 25 Maret 2011

PERAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN


Sejauh mana sih yang para suami ketahui tentang pentingnya peran mereka disaat calon ibu (istrinya) dalam kondisi menjelang persalinan? Apakah suami tahu bahwa sosok mereka sangat – sangat dibutuhkan oleh calon ibu ketika menghadapi saat – saat yang mengagumkan namun penuh ketegangan itu?

Persepsi dahulu, proses persalinan itu hanya merupakan pengalaman wanita dan tidak ada campur tangan pria. Jarang sekali ada suami yang di dalam ruang bersalin menemani istrinya ketika proses persalinan berlangsung. Namun semua persepsi tersebut sekarang sudah dihilangkan. Karena tugas suami sekarang ini tidak hanya terbatas mencari nafkah untuk keluarga, tetapi juga memegang peranan penting dalam proses kelahiran dan membesarkan anak - anaknya.

Calon ibu ketika menghadapi proses persalinan pasti akan timbul rasa cemas. Kecemasan tersebut karena bayang – bayang rasa nyeri yang akan dialaminya. Kecemasan yang timbul adalah wajar karena proses persalinan itu merupakan hal yang tidak biasa. Apalagi bagi calon ibu yang baru pertama kali akan melahirkan.

Alangkah baiknya apabila calon ibu tidak dibiarkan merasakan sendiri kecemasan menjalani proses persalinan. Calon ibu membutuhkan seseorang yang bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Mereka membutuhkan dukungan penuh dari seseorang yang bisa selalu mendampingi dan mendukung selama dalam ruang persalinan.

Pada proses persalinan, calon ibu bisa memilih untuk ditamani oleh seseorang yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari, yang kenal dengan baik, atau yang sepenuhnya mendukung. Kehadiran dan dukungan terutama dari suami akan memberikan support moril untuk calon ibu.

Kondisi stress pada calon ibu ketika dalam proses persalinan, tidak hanya berakibat pada calon ibu saja, namun juga akan berakibat terhadap janin. Hal ini dikarenakan ketika calon ibu mengalami stress, sinyal berjalan lewat aksis HPA (Hipotalamo Pituitari-Adrenal) dapat menyebabkan lepasnya hormone stress antara lain ACTH, Kortisol, Katekolamin, Endorphin, GH, Prolaktin dan LH / FSH. Akibatnya akan terjadi vasokonstriksi sitemik, termasuk diantaranya konstriksi vasa utero plasenta yang menyebabkan gangguan aliran darah di dalam rahim, sehingga aliran oksigen kedalam miometrium terganggu, yang berakibat terhadap melemahnya kontraksi otot rahim. Hal tersebut akan memperpanjang durasi proses persalinan.

Calon Ibu membutuhkan sentuhan untuk mendapatkan rasa nyaman, sebagai koping untuk meredakan kecemasan dan stress. Karena dengan meningkatnya kecemasan, akan meningkatkan intensitas nyeri.

Sebagai misal ketika kepala kita terbentur sesuatu kita akan secara reflek menggosok - gosok bagian yang sakit tersebut. Ternyata hal ini dikarenakan gosokan itu akan menghasilkan endorphin, yaitu bahan pereda nyeri alami. Itulah yang dibutuhkan oleh calon ibu saat proses persalinan. Calon ibu membutuhkan sentuhan atau gosokan pada punggung ketika timbul kontraksi yang membuat rasa nyeri. Sentuhan yang diberikan oleh seorang suami akan membawa kenyamanan yang sangat membantu ibu meredakan nyeri.

Disaat – saat penuh menegangkan karena calon ibu harus memperjuangkan kelahiran bayinya ini lah peran suami sangat – sangat dibutuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan suami saat istrinya melahirkan, antaralain : suami mengukur lamanya waktu kontraksi, bernafas seirama istrinya, membantu menopang istrinya pada detik – detik kontraksi, memijit – mijit punggung istrinya, menyuguhkan minuman, menyampaikan pesan istrinya kepada perawat atau dokter, memberikan perhatian yang terus menerus dan mendorong semangat, dengan sabar dan setia mendampingi istrinya yang tengah menghadapi situasi kritis, menghibur, dan memberikan harapan, juga menguatkan hati.

Calon ibu yang mendapatkan dukungan penuh dari orang – orang yang peduli terutama suami, akan lebih sedikit membutuhkan obat – obatan pereda nyeri, lebih sedikit campur tangan medis, melahirkan bayi – bayi yang lebih kuat, meningkatkan hasil persalinan, meningkatkan kepercayaan diri dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan terhadap bayinya, dan akan mengurangi durasi proses persalinan.

Bagi para suami atau calon ayah, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk selalu mendampingi dan mendukung istri ketika dalam proses persalinan. Karena dengan kehadiran dan dukungan suami pada proses persalinan, akan membuat istri merasa nyaman, senang dan bangga kepada suami. Selain itu juga dapat membuat para suami menjadi lebih aktif dalam mengasuh bayinya setiap hari dan lebih menghargai perjuangan istri.