Jumat, 25 Maret 2011

PERAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN


Sejauh mana sih yang para suami ketahui tentang pentingnya peran mereka disaat calon ibu (istrinya) dalam kondisi menjelang persalinan? Apakah suami tahu bahwa sosok mereka sangat – sangat dibutuhkan oleh calon ibu ketika menghadapi saat – saat yang mengagumkan namun penuh ketegangan itu?

Persepsi dahulu, proses persalinan itu hanya merupakan pengalaman wanita dan tidak ada campur tangan pria. Jarang sekali ada suami yang di dalam ruang bersalin menemani istrinya ketika proses persalinan berlangsung. Namun semua persepsi tersebut sekarang sudah dihilangkan. Karena tugas suami sekarang ini tidak hanya terbatas mencari nafkah untuk keluarga, tetapi juga memegang peranan penting dalam proses kelahiran dan membesarkan anak - anaknya.

Calon ibu ketika menghadapi proses persalinan pasti akan timbul rasa cemas. Kecemasan tersebut karena bayang – bayang rasa nyeri yang akan dialaminya. Kecemasan yang timbul adalah wajar karena proses persalinan itu merupakan hal yang tidak biasa. Apalagi bagi calon ibu yang baru pertama kali akan melahirkan.

Alangkah baiknya apabila calon ibu tidak dibiarkan merasakan sendiri kecemasan menjalani proses persalinan. Calon ibu membutuhkan seseorang yang bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Mereka membutuhkan dukungan penuh dari seseorang yang bisa selalu mendampingi dan mendukung selama dalam ruang persalinan.

Pada proses persalinan, calon ibu bisa memilih untuk ditamani oleh seseorang yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari, yang kenal dengan baik, atau yang sepenuhnya mendukung. Kehadiran dan dukungan terutama dari suami akan memberikan support moril untuk calon ibu.

Kondisi stress pada calon ibu ketika dalam proses persalinan, tidak hanya berakibat pada calon ibu saja, namun juga akan berakibat terhadap janin. Hal ini dikarenakan ketika calon ibu mengalami stress, sinyal berjalan lewat aksis HPA (Hipotalamo Pituitari-Adrenal) dapat menyebabkan lepasnya hormone stress antara lain ACTH, Kortisol, Katekolamin, Endorphin, GH, Prolaktin dan LH / FSH. Akibatnya akan terjadi vasokonstriksi sitemik, termasuk diantaranya konstriksi vasa utero plasenta yang menyebabkan gangguan aliran darah di dalam rahim, sehingga aliran oksigen kedalam miometrium terganggu, yang berakibat terhadap melemahnya kontraksi otot rahim. Hal tersebut akan memperpanjang durasi proses persalinan.

Calon Ibu membutuhkan sentuhan untuk mendapatkan rasa nyaman, sebagai koping untuk meredakan kecemasan dan stress. Karena dengan meningkatnya kecemasan, akan meningkatkan intensitas nyeri.

Sebagai misal ketika kepala kita terbentur sesuatu kita akan secara reflek menggosok - gosok bagian yang sakit tersebut. Ternyata hal ini dikarenakan gosokan itu akan menghasilkan endorphin, yaitu bahan pereda nyeri alami. Itulah yang dibutuhkan oleh calon ibu saat proses persalinan. Calon ibu membutuhkan sentuhan atau gosokan pada punggung ketika timbul kontraksi yang membuat rasa nyeri. Sentuhan yang diberikan oleh seorang suami akan membawa kenyamanan yang sangat membantu ibu meredakan nyeri.

Disaat – saat penuh menegangkan karena calon ibu harus memperjuangkan kelahiran bayinya ini lah peran suami sangat – sangat dibutuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan suami saat istrinya melahirkan, antaralain : suami mengukur lamanya waktu kontraksi, bernafas seirama istrinya, membantu menopang istrinya pada detik – detik kontraksi, memijit – mijit punggung istrinya, menyuguhkan minuman, menyampaikan pesan istrinya kepada perawat atau dokter, memberikan perhatian yang terus menerus dan mendorong semangat, dengan sabar dan setia mendampingi istrinya yang tengah menghadapi situasi kritis, menghibur, dan memberikan harapan, juga menguatkan hati.

Calon ibu yang mendapatkan dukungan penuh dari orang – orang yang peduli terutama suami, akan lebih sedikit membutuhkan obat – obatan pereda nyeri, lebih sedikit campur tangan medis, melahirkan bayi – bayi yang lebih kuat, meningkatkan hasil persalinan, meningkatkan kepercayaan diri dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan terhadap bayinya, dan akan mengurangi durasi proses persalinan.

Bagi para suami atau calon ayah, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk selalu mendampingi dan mendukung istri ketika dalam proses persalinan. Karena dengan kehadiran dan dukungan suami pada proses persalinan, akan membuat istri merasa nyaman, senang dan bangga kepada suami. Selain itu juga dapat membuat para suami menjadi lebih aktif dalam mengasuh bayinya setiap hari dan lebih menghargai perjuangan istri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar