Pengertian Abortus yaitu perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu dimana janin belum mencapai viabilitas. Kejadian abortus akan meningkatkan angka kematian bayi dan juga dapat meningkatkan angka kematian ibu dikarenakan perdarahan dan sepsis. Salah satu cara yang mampu mengurangi kejadian abortus yaitu Antenatal Care. Foto disamping ini merupakan foto yang diambil teman saya ketika praktek disebuah rumah sakit. Janin dengan usia kehamilan 19 minggu dan berat 4 ons.
Klasifikasi Abortus
| perdarahan | pembukaan | nyeri | TFU | pengeluaran jaringan | |
| imminent | + | - | + | = UK | - |
| Insipient | >banyak | + | ++ | = UK | - |
| Miss Abortus | - | - | - | = UK | - |
| inkomplit | banyak | + | + | < UK | sebagian |
| komplit | -/sedikit | - | - | < UK(sangat) | sudah keluar |
1.Abortus Imminens (Abortus yang masih mengancam)
Diagnosis : Perdarahan bercak – bercak, kram perut bagian bawah, serviks tertutup, uterus sesuai dengan UK (Umur Kehamilan)
Penatalaksanaan :
Bedrest total (Tirah baring)
Hindari aktifitas fisik berlebihan, hindari coitus
Jika perdarahan berhenti , lakukan ANC seperti biasa
Jika perdarahan terus berlangsung, Nilai kondisi janin (PP test atau USG) dan cari kemungkinan penyebab lain (gemeli, mola hidatidosa,dll)
Tidak perlu terapi hormonal (Estrogen dan Progestin) atau tokolitik (Salbutamol) karena obat – obatan ini tidak dapat mencegah terjadinya abortus.
2.Abortus Insipiens (Sedang terjadi)
Perdarahan sedang-banyak, kram perut bagian bawah, belum terjadi pengeluaran jaringan hasil konsepsi, serviks terbuka, uterus sesuai dengan UK.
Penatalaksanaan :
Evakuasi hasil konsepsi :
•< 16 minggu : Aspirasi Vakum Manual (AVM) •> 16 minggu : Kuretage
Bila > 16 minggu :
•Infus oksitosin 20 IU dalam 500 ml NS/RL 8tpm-40tpm, sampai terjadi pengeluaran hasil konsepsi
•Ergometrin 0,2mg IM, diulang 15 menit kemudian
•Misoprostol 400mg / oral. Bila masih diperlukan, ulangi dengan dosis yang sama setelah 4 jam
3.Miss Abortus
Diagnosis : Perdarahan tidak ada, tidak ada nyeri / kram perut, serviks tertutup, uterus lebih kecil dari UK, belum terjadi pengeluaran jaringan. Dimana janin sudah mati dan tidak keluar selama 8 minggu atau lebih.
Penatalaksanaan : Kuretage, karena biasanya kanalis servikalis masih tertutup, dilatasi serviks menggunakan batang laminaria selama 12 jam.
4.Abortus Inkomplit
Perdarahan sedang-banyak, nyeri perut bagian bawah, ekspulsi ( pengeluaran) sebagain jaringan hasil konsepsi, serviks terbuka, uterus lebih kecil dari UK.
Penatalaksanaan :
•Kuretage
•Evaluasi perdarahan :
Perdarahan berhenti : berikan ergometrin 0,2 mg IM, atau Misoprostol 400 mg/oral
Perdarahan terus : Aspirasi Vakum Manual (AVM)
•Apabila tidak ditemukan tanda infeksi, berikan antibiotic profilaksis (Antibiotik yang diberikan ketika tidak ada tanda infeksi) Ampisilin 500 mg/oral, doksisiklin 100mg
•Apabila terjadi infeksi, berikan Ampisillin 1gr dan Metronidazole 500 mg/ 8 jam
•Apabila tampak anemic, berikan Sulfas Ferosus 600 mg/hari (selama 2 minggu), bila anemic berat berikan transfusi.
5.Abortus Komplit
Diagnosis :
Perdarahan bercak – sedang, sedikit / tanpa nyeri perut bagian bawah, riwayat / telah terjadi ekspulsi jaringan hasil konsepsi, Serviks tertutup, uterus lebih kecil dari UK.
Penatalaksanaan :
•Tidak perlu tindakan evakuasi lagi
•Observasi banyaknya perdarahan
•Apabila keadaan umum baik, berikan ergometrin 3 x 1 (3hari)
•Apabila anemi sedang berikan Sulfas Ferosus 600mg/hari (2 minggu), ameni berat berikan transfusi.
•Apabila terdapat tanda – tanda infeksi, berikan antibiotika.
Source :
Hanifah & Desy. 2010. Obsginacea Obstetri & Ginekologi. Yogyakarta : TOSCA Enterprise
Praworohardjo, Sarwono. 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka-Sarwono Prawirohardjo
Kuliah dr.Adi Pramono, SpOG

Tidak ada komentar:
Posting Komentar