Minggu, 13 Maret 2011

Manfaat Kebiasaan Mencatat Tanggal Datang Bulan


Banyak wanita, khusunya remaja yang belum terpikirkan untuk selalu mencatat kapan dia datang bulan atau menstruasi. Padahal dari kebiasaan yang sepele dengan memberikan tanda pada kalender kapan kita datang bulan itu banyak manfaatnya lho..

Bagi para wanita, apalagi yang sudah berkeluarga, kebiasaan ini sangat penting untuk mengetahui kapan dia sedang dalam keadaan subur atau tidak. Penghitungan masa subur ini bisa digunakan sebagai metode KB alamiah yang biasa disebut dengan metode kalender atau metode Ogino – Knaus. Kenapa disebut metode Ogino – Knaus? karena yang pertama kali menemukan metode ini adalah Kyusaku Ogino dari Jepang dan Herman Knaus dari Austria. Dimana mereka mengatakan bahwa waktu ovulasi itu umumnya terjadi pada hari ke-15 sebelum haid yang akan datang.

Sebenarnya tidak hanya wanita yang sudah berkeluarga saja yang harus mengetahui siklus menstruasi dan masa subur. Kita sebagai remaja juga perlu tahu lho.. Karena ketika kita mengalami kelainan siklus menstruasi juga membutuhkan penanganan khusus. Normalnya siklus menstruasi yaitu antara 21 – 35 hari. Kelainan siklus menstruasi itu antara lain :
a.Polimenorea yaitu apabila siklus menstruasi kurang dari 21 hari.
b.Oligomenorea yaitu apabila siklus menstruasi lebih dari 35 hari.
c.Amenorea yaitu apabila tidak menstruasi selama 3 bulan berturut – turut.

Oleh karena itu saya sebagai remaja sudah membiasakan mencatat tanggal datang bulan atau menstruasi sejak beberapa tahun yang lalu. Karena dari kebiasaan itu, saya bisa mengetahui apakah siklus menstruasi saya normal atau tidak. Selain itu saya juga tahu apakah saya sedang berada dalam masa subur atau tidak. Ya itung – itung untuk membiasakan ketika nanti saya berkeluarga.. :)

Kalkulasi masa subur didasarkan pada 3 asumsi :
- Ovulasi itu terjadi pada hari ke 14 tambah kurang 2 hari sebelum awal haid berikutnya
- Spermatozoa bertahan hidup 2 – 3 hari
- Ovum hidup selama 24 jam (1 hari)

Sedangkan caranya menghitung masa subur yaitu seperti berikut ini :
•Kita harus mempunyai catatan tanggal menstruasi selama minimal 8 bulan berturut – turut.
•Kita menghitung siklus menstruasi (jarak antara datangnya haid) dengan cara menghitung dari hari pertama datangnya haid (missalnya saja bulan ini) ke hari datangnya haid bulan berikutnya.
•Dari beberapa bulan itu kita lihat, berapa hari siklus terpanjangnya dan berapa hari siklus terpendek.
•Untuk menentukan awal masa ovulasi (masa subur) yaitu dengan siklus terpendek dikurangi 18 [ asal angka 18 : 14 +2+2 (hari hidup spermatozoa) ]
•Untuk menentukan akhir masa ovulasi (masa subur) yaitu dengan siklus terpanjang dilkurangi 11 [ asal angka 11 : 14-2-1(hari hidup ovum/sel telur) ]
*Misal didapatkan siklus haid terpendek 27 hari, dan siklus terpanjang 30 hari,
Awal masa subur : 27 – 18 = 9
Akhir masa subur : 30 – 11 = 19
Jadi masa suburnya dari tanggal 9 sampai tanggal 19.

Dari penghitungan tersebut kita bisa tahu kapan kita mulai masuk masa subur, dan kapan berakhirnya masa subur . Sebenarnya masih ada cara lain untuk mengetahui kapan kita sedang dalam masa subur, yaitu dengan teori lender servik dan suhu basal tubuh, yang keduanya tidak saya bahas disini.

Na.. hanya dengan memberi tanda pada kalender kapan kita datang bulan banyak manfaatnya kan? G repot kok,, asal kita rutin mencatat setiap bulan pasti akan menjadi kebiasaan yang sangat – sangat ringan. Semoga tips ini berguna buat temen – temen .. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar