Malam 1 april 2011..
Ketika banyak orang yang sedang ayik dengan bahasan tentang April Mop.. Tapi tidak dengan aku..
Kegalauan terjadi ketika memasuki April dimana merupakan hari ulang bulan yang ke 17 hubungan kami (aku dengan dia kekasihku)..
Aku tak menduga akan muncul masalah seperti ini,,
Permasalahan yang aku kira karena “unmatch understanding” ini, ternyata menjadi masalah yang sangat – sangat vital, membuat hubungan kami berada dalam titik kritis..
Mencoba dengan tenang aku merenung,,
Entah salah kata apa yang sudah ku ucap, sampai semua permasalahan ini harus terjadi..
Mungkin benar, ketika banyak orang bilang, berbicara dengan saling melihat secara langsung itu berbeda dengan hanya kita berbicara saja tanpa bertatap muka.. Karena kita tidak bisa memperhatikan ekspresi dari lawan bicara, dan hal tersebut akan memunculkan pemahaman yang berbeda..
Tapi itulah keadaan yang memang hanya bisa kami lakukan..
Aku tak pernah merasa ada “paksaan” untuk melakukan semuanya..
Semua dukungan, saran, ajakan, dan hal-hal yang menjadi keinginan dia, aku anggap sebagai pupuk ketika bunga (aku) ingin bermekaran dengan indahnya.. aku membutuhkan pupuk itu.. Walaupun sebenarnya tanpa pupuk pun aku bisa bermekaran, tapi akan lebih maksimal hasil bunga yang akan bermekaran ketika pupuk telah ditaburkan… Pupuk dalam kadar yang tepat, tidak berlebihan atau bahkan kekurangan…
Aku senang menjalani semuanya, karena itulah juga yang aku inginkan…
Semua hal itu membuat jalan pikiranku terbuka,,
bahwa hidupku tak hanya berhenti sampai saat ini..
Aku harus masih terus dan terus menjadi yang terbaik, kapanpun dan dimanapun..
Aku akan menjadi diri yang berkualitas.. dan ketika semua yang dia harapkan itu mampu meningkatkan kualitas diriku, dengan nyaman pasti aku jalani..
Tulus ikhlas,, itulah yang membuatku selalu semangat untuk menjalani semuanya..
Hanya itu..
Sedih… sangat-sangat sedih…
ketika dia menyatakan lebih baik aku pergi ketika aku merasa terpaksa dengan semuanya, dan dia akan ikhlas melepasku..
Entah pikiran apa saja yang muncul setelah aku membaca pernyataan itu..
Kenapa harus begitu?? Kenapa..?? :(
Aku merasa nyaman telah memiliki dia..
Dalam pikiranku tak pernah terbersit akan pergi ketika aku nyaman menjalaninya..
Pria seperti dia lah yang aku idamkan untuk bisa menjadi imam dalam hidupku selamanya..
Lain halnya ketika memang dia merasa aku tidak sesuai dengan yang dia inginkan..Mungkin aku baru bisa ikhlas dia meninggalkan aku.. Tapi bukan itu harapanku..
Entah cobaan apa yang sedang menerpa hubungan kami..
Setiap kali menghadapi masalah, aku hanya bisa menyempatkan waktuku untuk minta petunjuk kepada Allah..
Kucurahkan semua isi hatiku.. dan kuserahkan semua kepada Nya..
Aku tak berdaya untuk melawan segala kehendaknya…
Ku hanya mampu berdoa, meminta, dan berusaha… hanya itu…
Semua hasil sudah engkau tetapkan untuk kami ya Allah…
Yang pasti, ini semua bukan April Mop…
aku anggap semua ini adalah ujian dari Allah untuk menguji seberapa kuat dan seberapa hebat rasa sayang dan pengertian diantara kami…
karena kami tak hanya akan bersama untuk sampai saat ini.. tapi untuk besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan selamanya..
Alhamdulillah semuanya berlalu.. Mungkin ini karena rasa sayang dan pengertian kami..
Semoga rasa sayang dan pengertian diantara kami memang terbukti kuat dan hebat..
Kuat menghadapi cobaan – cobaan yang akan menantang, dan hebat karena mampu melalui cobaan – cobaan itu..
**“Untuk dia..”
Aku sayang kamu,,,
Aku menjalani semua dan selama ini ikhlas tanpa ada paksaan yang membebani diriku..
Aku membutuhkanmu, yang selalu mengingatkanku, mendukungku, dan selalu memperhatikanku..
I wish you are the right man for me..
and just for me..
Sekali lagi kuucapkan,, aku sayang kamu..
Aku tak akan pernah malu untuk terus mengatakan ,aku sayang kamu…
3.04.11 06.00 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar